PERTEMUAN PERTAMA SAYA DENGAN PANGERAN DIPONEGORO
Siapa yang masih ingat dengan gambaran seperti ini? Sekitar awal tahun 70-an, anak-anak di kota Solo sedang gandrung-gandrungnya main oemboelan/gambaran, selembar kertas yang biasanya berisi 50 kotak bergambar dengan cerita mirip komik yang sangat digemari. Ceritanya macam-macam, mulai dari cerita kepahlawanan, film-film Hollywood, film seri TV dan masih banyak lagi. Selembar "gambaran" waktu itu harganya Rp 5,- Jika saya hanya punya uang Rp 2.5,- penjualnya bersedia memotong separuhnya. Kebanyakan anak-anak memotong kecil-kecil gambaran itu untuk dijadikan "oemboelan". Saya sangat kesal saat kakek melarang saya memotongi gambaran itu. Dengan rapi kakek menjadikan gambaran-gambaran saya dalam sebuah bendel, menjadikannya seperti buku. Sekarang saya baru merasakan ...
Dimana dirimu 13 tahun yang lalu?
Mei datang lagi, bulan yang buat beberapa orang punya kenangan tersendiri, sebuah peristiwa yang serta-merta mengubah keadaan kondisi demokrasi di negeri kita ini. Lihat saja kliping surat kabar dan majalah yang terbit bulan itu, perang urat syaraf, penggunaan militer untuk mencoba menahan derap maju perubahan yang digotong rakyat dan mahasiswa. Hampir setiap hari saya melihat konvoi rakyat dan mahasiswa melewati kawasan Pancoran menuju gedung DPR. Walau masih terlihat beberapa media yang setengah hati, kegelisahan masyarakat, koran dan majalah banyak yang menyampaikan kabar tentang perlawanan mahasiswa dan rakyat di berbagai kota, khususnya Jakarta. 12 Mei 1998; Salah satu universitas yang menggelar demonstrasi menuntut Presiden ...
Jangan lewat jalan Antasari
Magrib sudah lewat, matahari sudah tak kelihatan lagi, saat menjelang Isya untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebulan terakhir ini ada kesibukan baru di sekitar kawasan Jalan Antasari, Jakarta Selatan. Sebuah mega proyek sedang dikerjakan, pembangunan jalan layang yang membentang antara Blok M hingga Fatmawati. Jika melewati daerah itu siang hari, bisa Anda saksikan puluhan bahkan mungkin ratusan foto-foto gunung/hutan/air terjun dan pemandangan alam lainnya sebagai penyekat yang ditaruh khusus untuk tetap menampilkan“keindahan alam”. Orang-orang yang sedang berlalu lalang diharapkan terhibur oleh pemandangan alam nan elok dari foto-foto itu, sepertinya orang yang menaruh gambar itu pun tidak peduli, pokoknya hijau! Dibalik pemandangan ...
Jalan Braga, riwayatmu nanti
Orang tahu Parijs van Java adalah julukan buat Bandung, namun demikian, Peter Hutton di bukunya, Guide to Java, mengungkapkan bahwa tak adil rasanya menyamakan Bandung dengan Paris, di Bandung tak ada sungai Seine, tak ada Notre Dame dan museum Louvre, Paris juga tak punya pegunungan menghijau dan iklim tropis bermandikan cahaya mentari seperti Bandung. Namun keduanya punya satu kesamaan, Bandung juga memiliki Rue de la Paix, namanya jalan Braga. Sebuah tempat dengan pertokoan yang rapi berjajar di kanan-kiri jalannya. Hari ini kami punya kesempatan datang lagi ke Bandung, entah mengapa hasrat untuk mengunjungi kembali jalan Braga begitu bergelora. Menyusur sepanjang jalan ...
INI KOTAKU! MANA KOTAMU?
INI KOTAKU! MANA KOTAMU? Sebuah kampanye INDONESIA BERTINDAK yang bertujuan agar masyarakat Indonesia lebih mengenal, mencintai dan dapat menumbuhkan rasa bangga pada kota-kota hebat yang selama ini masih sering berada di balik bayang-bayang ibukota provinsinya, di seluruh penjuru negeri. Setiap kota mempunyai potensi dan keunikan yang bisa terus dikembangkan. Bangga kota adalah awal dari sebuah kebanggaan pada negaranya. Kota apa yang ingin kau kenalkan, kota apa yang ingin kau banggakan? Inilah saatnya, tunjukkan cintamu pada kotamu! Kaos INI KOTAKU! khusus untuk Anda dari INDONESIA BERTINDAK. Temukan KOTAMU di sini. Salam, Iwan dan Indah Esjepe
Kanal-kanal Amsterdam, sebuah terawang pulang.
Dari beberapa kali kesempatan mengunjungi Amsterdam, baru kali ini aku menyempatkan diri mengikuti tour mengelilingi kota melewati kanal-kanalnya yang terkenal di seluruh pelosok dunia. Amsterdam, termasuk kota lumayan tua di Eropa. Di beberapa jembatan kanalnya tertulis tahun di mana jembatan itu dibangun, 1728 salah satunya. Saat kita mengarungi kanal-kanal itu, kita menerobos jembatan-jembatan tua yang cantik, melihat kapal yang dibuat mirip dengan kapal-kapal VOC yang pada jamannya hilir mudik melintasi samudra luas mengeruk hasil bumi Indies yang kini bernama Indonesia. Melihat berbagai rumah-rumah mewah yang dibangun di masa kejayaan kerajaan Belanda. Masih berdiri kokoh dan menampakkan kecantikan tak lekang waktu. Di saat ...
Bibelbin dan Bibelbu
Dahulu, di negeri yang jauh, dua kerajaan bersebelahan, tetapi dinding lebar dan tinggi memisahkan kedua kerajaan itu. Di satu sisi tinggal Bibelbin dan Bibelbu di sisi lainnya. Mengapa dindingnya setinggi itu, dan siapa pembuatnya, tiada yang tahu. Bertahun-tahun dinding itu memenuhi maksud pembuatnya; Supaya Bibelbin dan Bibelbu tidak saling mengganggu. Penduduk Bibelbin dan penduduk Bibelbu tak pernah berkenalan, tetapi saling menjelekkan. “Hati-hati terhadap Bibelbu!”, kata penduduk Bibelbin. “Kata orang, mereka tak berbulu dan telinganya berwarna hijau!” “Larilah bila muncul Bibelbin!” Seru penduduk Bibelbu. “Kata orang, jari kakinya berbulu... dan telinganya biru!” Musim berganti musim, tahun-tahun pun cepat berlalu. Di kedua sisi dinding pemisah rasa ...
Mari Berhimpun
Sebagai bangsa Indonesia kita merasa amat bangga mempunyai puluhan provinsi, ratusan suku, ribuan pulau dan jutaan rakyat yang menjadi penduduknya. Indonesia sebuah negara besar yang amat kaya. Indonesia sebuah bangsa yang jumlah penduduknya ke tiga terbesar di dunia. “Prestasi” dunia kuantitatif dalam pencapaian jumlah rakyat ternyata belum sebanding dengan prestasi kualitatif sebagai salah satu negara di dunia. Indonesia masih masuk dalam ketegori negeri berkembang (Jika tak mau disebut sebagai negara tertinggal). Sebagai sebuah negeri kaya raya yang memiliki begitu banyak hasil bumi, hasil laut, hasil tambang, hasil alam ini seolah lunglai, tak punya tenaga. Rakyat miskin masih mudah dijumpai dimana-mana. Kriminalitas sering ...
Jangan Bodoh Indonesia
34 tahun yang lalu saya pernah berdebat dan tidak sependapat dengan kakek saya, beliau mengatakan bahwa pendidikan adalah hal paling penting bagi negeri ini. Saya berseberangan, saya bilang, bidang pertahanan dan keamanan (militer) adalah masalah pokok agar negeri kita dihargai oleh negara lain. Kakek saya adalah seorang penilik sekolah yang mempunya wilayah tugas di daerah Solo dan Purwodadi tahun 50 an. Disiplin kolot masih sering saya alami, ketika tahu nilai ulangan saya buruk dan tidak mengerjakan PR, beliau marah dan memberi saya hukuman. Di suatu pagi saya pernah diikat di pohon nangka, menghadap ke timur, hal ini membuat saya harus menutup ...
Surat Untukmu
Siapa yang masih ingat dengan gambaran seperti ini? Sekitar awal tahun 70-an,...
Mei datang lagi, bulan yang buat beberapa orang punya kenangan tersendiri, sebuah...
Baca tulisan lainnya...Kliping
Dahulu, di negeri yang jauh, dua kerajaan bersebelahan, tetapi dinding lebar dan...
Hari masih pagi, membaca Koran dengan tema yang itu-itu saja, mulai dari partai yang...
Baca tulisan lainnya...Kampanye
INI KOTAKU! MANA KOTAMU? Sebuah kampanye INDONESIA BERTINDAK yang bertujuan agar masyarakat Indonesia lebih mengenal, mencintai dan dapat menumbuhkan rasa bangga pada kota-kota hebat yang selama ini masih sering berada di balik bayang-bayang ibukota provinsinya, di seluruh penjuru negeri. Setiap kota mempunyai potensi dan keunikan yang bisa terus dikembangkan. Bangga... [Read more...]
Baca kampanye lainnya...
